Akhirnya saya posting laghee…Sebenarnya postingan ini uda lama jadi draft di wordpress saya…hanya saja, rasanya blm siap bwt go public, krn blm updload foto, krn perlu sodara2 tau, saya paling mualesss upload foto…(bukan, bukan karena saya Rika saya ga suka foto, tp lebih karena saya banci foto makanya tiap postingan diusahakan untuk ada fotonya heuehehehe) karena koneksi internet saya dengan menggunakan modem ala kadarnya ber merk “Semoga Koneksi Internet Anda Lancar”suka lelet kalo disuruh upload dan download2 gethoo…Jadi untuk publish postingan baru harus disertai dengan kemauan dan kesabaran yang kuat sebagai mana kuatnya gaya gravitasi (ngelantur mode:on)

Dan sekarang lah waktu yang pas dimana emosi saya sedang hangat2nya dalam artian lagi ga rush dikejar deadline kerjaan, dan karena klo g segera go public tulisan saya ini nanti ceritanya keburu expired, ditambah lagi dengan perut yang kenyang dan badan yang segar huehehe…

Mencuri2 waktu disela2 perjalanan dinas saya ke kota pontianak ibukota propinsi kalimantan barat, satu2nya propinsi di pulau Kalimantan yang tidak bisa terhubung dengan kalteng, kalsel dan kaltim melalui perjalanan darat, sehingga harus naek pesawat dulu ke Jakarta huehehe…(sebenarnya ga perlu nyuri juga ada waktu siy, Cuma sengaja dibuat gethoo biar kesannya saya tu orang yang sibuk bgt. pdhl asline, yo biasa2 ae…namanya juga pegawai pemerintahan huhehehe) Saya dan teman2 (apa pantes nya dipanggil bapak2 aja ya?huhehehe) menyempatkan untuk menengok monas nya Pontianak, Tugu Khatulistiwa yaitu tugu tempat titik 0’ lintang khatulistiwa berada.

Hari Sabtu qt (7 Juni 08) qt berangkat dari hotel Kapuas Palace (***) di kawasan jl. Gajah Mada menuju ke tugu khatulistiwa…perjalanan yang ditempuh kurang dari satu jam, dan melewati agrobisnis aloe vera (lidah buaya), di kanan kiri jalan saya melihat banyak sekali pedagang aloe vera, asli lidah buaya nya besar2 bgt…Jm11 siang, sampailah qt di tugu khatulistiwa, sepi…tidak banyak wisatawan..panas terik bgt, serasa matahari tepat di atas kepala…Karena ga tahan ma teriknya matahari, maka kami masuk ke dalam, tempat tugu asli tersebut berada, dan inilah tugu asli khatulistiwa tersebut,

Sejarah….

Den 31 Sten Maart 1928 (mungkin artinya 31 Maret 1928 kale ya..) telah datang di Pontianak, satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak, dengan konstruksi sebagai berikut:

  • Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan tanda panah.
  • Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan panah.
  • Tahun 1938 tugu asli dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek SILABAN
  • Tahun 1990 tugu khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah dan duplikat aslinya dengan ukuran 5 kali lebih besar dari tugu aslinya.
  • Peresmian kubah dan tugu khatulistiwa duplikat pada tanggal 21 September 1991oleh Parjoko Suryokusumo Gubernur Kalimantan Barat.

Konon ceritanya tiap bulan maret dan september, ketika qt meletakkan sebuah benda tegas persis di tugu tersebut pada jm12, akan terjadi titik kulminasi alias benda tersebut tidak menimbulkan bayangan. Dan hal itu sudah terbukti, setiap bulan maret dan september selalu ada perayaan titik kulminasi oleh pemerintah daerah setempat.

Konon ceritanya tiap bulan maret dan september, ketika qt meletakkan sebuah benda tegas persis di tugu tersebut pada jm12, akan terjadi titik kulminasi alias benda tersebut tidak menimbulkan bayangan. Dan hal itu sudah terbukti, setiap bulan maret dan september selalu ada perayaan titik kulminasi oleh pemerintah daerah setempat.

Oleh-oleh….

Ga lama qt disitu, kurang lebih satu jam dan qt meneruskan dengan menuju souvenir shop, membeli souvenir untuk oleh2 temen2 di Jakarta. Dan ternyata I made a mistake, klo maw beli oleh2 mending di tempat khusus jual souvenir n makanan untuk oleh2 yang terletak di jalan Pattimura depan outlet Edward forrer dan restaurant mie Jawa. Disitu berderet2 toko oleh-oleh dan souvenir sehingga qt dapat membandingkan harga dan mendapat harga termurah. Berbeda dengan souvenir shop yang ada di kawasan wisata tugu khatulistiwa coz, there’s only one souvenir shop there!!jadinya ya gt de, penjualnya g ada saingan, jadi dia bisa enak aja g mau nurunin harga…yah tak apa lah,,itung2 saya amal ma penjual souvenir shop disitu, karena kasian juga, tokonya agak sepi coz pada waktu itu udara panas bgt kali ya jadi jarang ada yang mau ke tugu khatulistiwa sekedar untuk menengok ato beli oleh2. Ada satu souvenir khas di Pontianak, yaitu miniature tugu khatulistiwa yang bisa berputar. Harga berkisar antara 100-300rb tergantung besar ukuran miniature tersebut. Untuk oleh2nya mungkin bisa mencoba aloe vera yang bisa qt olah jadi minuman dingin (Saya sudah 2 kali mencoba minuman ini dan rasanya tidak mengecewakan, enak…mirip nata de coco tp lebih lebut dan ktanya lebih bervitamin) Well, menjelang sore qt pun kembali ke hotel dengan membawa oleh2 untuk orang-orang tertjinta….