3rd day…

Asyekkkk…..next destination for today is Danau Toba. Hari ini qt breakfast agak lama, bukan karena qt lama makannya tp karena my team leader sedang melakukan negosiasi dengan pihak hotel untuk menyewa sebuah boat yang sedianya akan qt pake bwt keliling2 danau toba n mampir ke samosir island selama seharian..Pihak hotel mematok harga 2juta rupiah…(catet ya, 2juta!!!). Jadi niy ternyata, klo qt maw nyebrang ke Tomok (Samosir.red) ferry nya tu ga setiap saat ada kaya maw nyebarang ketapang-gilimanuk, dalam satu hari ferry Cuma nyebarang 2 kali….so, qt sempet putus asa juga krn setelah bargain cukup lama, pihak hotel ttp aja g maw kasi qt sewa kapalnya, pdhl qt da pasang harga 1,6 juta (Cuma turun 400rb). Dlm hati gw mikir, niy orang bego bgt siy, blm tentu juga sehari ini ada yang nyewa boatnya seharga 1,6 juta…jarang2 kan bisa dapet duit 1,6 juta dalam waktu satu hari?!?!?! So, dengan putus asa qt jalan ke mobil tanpa kepastian jadi ke Samosir ato langsung balik ke Medan

Setelah keluar dari hotel, qt sempetin bwt mampir ke tepi danau toba tmpt perahu motor n speed boat pada parkir..ceritanya qt masih berjuang untuk bisa nyebrang ke samosir dengan menyewa perahu motor or speed boat yang harganya ‘reasonable’. Sambil menunggu pak anggiat (salah satu tmn satu tim) yang sedang melakukan penawaran dengan bapak2 pengelola perahu2 motor disitu, aq sempetin take some shots dulu di tepian danau toba. Asli waktu itu anginnya kenceng banget n udaranya dinginnn…membuat gatal2ku makin terasa (gatal2ku masih belum sepenuhnya sembuh.red)

Akhirnya dengan menggunakan bahasa batak andalannya, pak Anggiat berhasil mendapatkan harga yang pas (g mahal tp juga g bisa dibilang murah)..qt dapet perahu kayu motor yang qt charter buat keliling samosir dengan harga 600ribu rupiah (dibagi 5 orang, so @120rb) cukup murah juga siy klo dipikir2 secara qt berhenti di 3 tempat di samosir such as Ambarita, tuk-tuk (kaya nama angkot di Thailand…) and Tomok.

perahu motor yang qt carter

First destination is Ambarita, hmmmm…..during the trip im still wondering how come there’s a huge lake in the middle of island…sumpah asli danau nya gede bgt….aq sampe merinding n saat itu juga aq merasa kecil dibanding dengan kekuasaan Allah SWT, Subhanallah….

Perahu motor yang qt naiki juga cukup nyaman dan lega bgt…secara perahu itu qt carter cuma bwt qt doang huehehehe….di perjalanan sempet ada anak2 cowo seumuran SD gt de yang menghibur qt lewat tarian dan nyanyian khas batak…ceritanya ngamen gt lah mereka…Di tengah perjalanan qt sempet dibawa ma nahkoda nya untuk mampir sebentar di batu gantung, entah gmn legenda batu gantung itu aq g seberapa ngeh, menurutku g ada istimewanya intinya Cuma batu di atas bukit yang menjorok keluar seperti sedang digantung gt lah….Sekitar 5 menit qt singgah di bukit itu bwt ngeliat batu gantung…Trus perjalanan dilanjutin lagi….

ini batu gantung itu...

Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan pulau samosir sudah terlihat di depan mata, banyak cottage2 dan villa yang terlihat dari perahu dengan view danau toba, bentuk bangunan seperti rumah2 khas batak gt….Akhirnya sampailah qt di tanah samosir, tepatnya di daerah Ambarita dimana disini ada bekas kerajaan Siallagan….dan tempat wisata batu raja Siallagan…

Hmmm…Samosir sama aja dengan parapat dengan mayoritas penduduk tentunyah adalah suku batak. Ga banyak yang bisa qt lihat disana selain wisata batu raja siallagan, selebihnya Cuma rumah penduduk n pedagang2 souvenir khas Sumatra Utara n Samosir. Wisata batu raja siallagan tu ternyata kampung yang ada sejarahnya. Jadi ceritanya pada jaman dahulu kala disitu adalah kerajaan siallagan, masih ada disitu batu2 yang masih asli yang ceritanya itu batu adalah bekas kursi2 pengadilan. Jadi klo ada rakyat siallagan yang berbuat salah, dia harus diadili di situ. Semacam konfrensi meja bundar gt lah.

Trus juga ada rumah2 raja dan keluarga yang mungil…lucu de rumahnya kaya rumah boneka.tp ternyata semua itu (katanya) punya arti. Knp pintunya kecil dan pendek, krn dengan pintu yang kecil dan pendek mengharuskan orang yang masuk ke rumah itu harus menunduk (memberi hormat) kepada sang pemilik rumah. Trus rumah yang di samping pintu masuknya ada benda bulet yang menyerupai payudara wanita (tidak bermaksud mengumbar pornografi lho) itu menggambarkan bahwa pemilik rumah itu mempunyai istri yang subur dan punya banyak anak…karena bagi mereka dengan banyak anak berarti melambangkan kejayaan dan kekayaan.

Aq sempet masuk dan melongok ke dalam rumah itu, ternyata di dalam nya cukup luas juga meski dari depan terlihat mungil dan kecil. Paling g cukup buat tidur n nonton tv huehehe…dari semua rumah yang ada itu semuanya uda ga berpenghuni dan dijadikan sebagai cagar budaya, kecuali satu rumah yang letaknya paling ujung yang sekarang dihuni sama keluarga keturunan dari raja siallagan….

Setelah puas mendengarkan cerita dari seorang tour guide di Siallagan, qt kembali ke parahu yang setia menunggu qt untuk melanjutkan perjalanan ke tuk-tuk…Sampe di Tuk-tuk, gak ada apa2…Cuma rumah2 penduduk dan beberapa cottage aja..So, kunjungan qt ke Tuk-tuk sebentar banget ga lebih dari 30 menit. Sewaktu merapat di Tuk-tuk sempat terjadi sedikit insiden, perahu yang qt naiki baling-baling nya sempet nyandet (ngadat red) karena merapatnya terlalu minggir, jadi tingkat kedalamannya kurang… tp Alhamdulillah g kenapa2 dan qt bisa melanjutkan perjalanan ke Tomok. Perjalanan dari tuk tuk ke tomok hanya memakan wakktu sekitar 15 menit…Dibanding Ambarita dan Tuk-tuk, Tomok memang lebih ramai dan banyak bgt pengunjung karena memang tomok lah yang jadi tujuan wisata di samosir. Sesampai di tomok qt disambut dengan cuaca dan awan yang gelap bgt pertanda hujan yang akan turun, ketika aq melihat ke arah belankang (amabarita dan tuk-tuk) desa itu sudah tak terlihat karena tertutup kabut. Di tomok sendiri tidak ada yang special, hanya banyak bgt pedagang souvenir dan oleh2 disana…ada makam batu ”si gale-gale” (semoga ejaanku benar red.) tap aq kurang begitu mengikuti cerita dan sejarah sigale-gale yang dikisahkan oleh tour guide, karena aq asli lagi kedinginan bgt, anginnya kenceng, dan perut lapar, wakakaka….

Setelah mendengarkan kisah dari si gale-gale (yang mohon maaf sekali sodara2 aq g bisa menceritakannya di blog ini karena saya memang tidak menyimaknya) qt kembali ke perahu untuk kembali lagi ke parapat dan pulang ke Medan. Belum juga qt nyampe ke perahu eh tiba2 hujan turun deeresssss bgt, so qt berteduh di semacam warung yang lumayan cozy de, mengahadap ke arah dano toba yang sedang berkabut tebal…disitu qt makan indomie kuah yang hmmmmm asli karena laper jadi kerasa enakkk bgt n bisa bikin badan jadi anget…sambil mendegar kan lagu ”come to lake toba” yang di nyanyi in ama band lokal batak yang tentunyah nyanyi nya pake bahasa batak jugah…

Ini nih peta perjalanan qt di samosir island…

Kurang lebih setengah jam qt di warung itu, akhirnya hujan sudah reda dan qt kembali ke kapal, back to medan, ready to meet my daily activity tomorrow alias bekerja (males mode on).Hmmm, perjalanan yang cukup melelahkan sekaligus asyik dan menyenangkan, Alhamdulillah……